* Stop Bantuan Proyek
Medan-ORBIT: Dugaan permainan kotor dalam penyaluran dana bantuan untuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Badan Keselamatan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) mendekati fakta kebenaran.
Medan-ORBIT: Dugaan permainan kotor dalam penyaluran dana bantuan untuk Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Badan Keselamatan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Kesbanglinmas) Provinsi Sumatera Utara (Provsu) mendekati fakta kebenaran.
![]() |
hutasuhut |
Fakta tersebut terungkap dari omongan langsung Kepala Bidang (Kabid) Kesbanglinmas Provsu Hutasuhut kepada Harian Orbit, Selasa (14/12).
Dia beberkan, rata-rata pegawai lama di Kesbanglinmas Provsu ‘agen’ LSM dan punya LSM sendiri untuk mendapatkan bantuan proyek fiktif.
Dia beberkan, rata-rata pegawai lama di Kesbanglinmas Provsu ‘agen’ LSM dan punya LSM sendiri untuk mendapatkan bantuan proyek fiktif.
“Tidak usah munafiklah. Rata-rata pegawai lama di sini (Kesbanglinmas—red) punya LSM sendiri, digunakan untuk kepentingan pribadi dengan memasukkan proposal bantuan. Namun kegiatannya tidak ada, buktinya saja kemarin ada yang bicara langsung dengan Anda kan,” ujar Hutasuhut kepada Harian Orbit.
Diakui Hutasuhut, ia baru tiga bulan duduk dan bekerja di Kesbanglinmas, tapi sudah bisa tahu siapa-siapa saja pegawai Kesbanglinmas yang turut serta ‘mengagenkan’ proposal di kantor badan pemerintah tersebut.
“Beberapa kali saya mendapati pegawai Kesbang yang mengurusi proposal dan permohonan bantuan dengan LSM atas nama pegawai tersebut. Dan itu satu hal yang biasa,” ujarnya ringan.
Sakit Hati
Terkait dugaan pemotongan setiap dana bantuan untuk LSM hingga 50 persen, Hutasuhut tidak mengakuinya. “Tidak ada, karena setiap dana bantuan yang diberikan selalu dibarengi dengan kwitansi lengkap. Jadi dengan kata lain tidak mungkin ada pemotongan,” katanya.
Bahkan, ia berani menjamin LSM yang memberi informasi kepada Harian Orbit beberapa waktu lalu adalah LSM yang ‘sakit hati’ karena proposal permohonan bantuannya tidak dikucurkan.
“Setelah saya cek, nama LSM yang bilang bahwa di Kesbanglinmas Provsu banyak potongan itu tidak ada. Mulai dari kepalanya Pak Oloan hingga Pak Darwin namanya tidak ada,” kilahnya.
Ditampik
Pernyataan Hutasuhut tidak ada pemotongan dana bantuan untuk LSM ditampik secara tegas oleh Ketua LSM Suara Proletar Ridwanto Simanjuntak SIP.
Ia menegaskan pihaknya siap untuk dipanggil memberikan keterangan jika memang dibutuhkan di pengadilan maupun di kejaksaan. Menurutnya, apa yang terjadi di Kesbanglinmas Provsu adalah benar dan sudah berjalan selama bertahun-tahun.
“Jangan asal bicara saja, saya punya bukti outentik tentang pemotongan tersebut. Yang jelas saya tidak mau bicara banyak, karena kasus ini telah kami laporkan secara sah ke kejaksaan. Selanjutnya akan kami laporkan ke pihak kepolisian agar semua jelas,” tegas Irwanto. Om-14
Tidak ada komentar:
Posting Komentar